Sang kusir dengan kereta kuda sederhana berkeliling pulang
Setelah penumpang tak kunjung naik keretanya
Kusir masih menunggu untuk penumpang
Walau mereka menunggu kereta jemputan
Banyak pula yang lebih suka berjalan
Suatu waktu adalah calon penumpang yang terlihat berjalan
Dengan sekali-kali kepalanya menoleh ke kiri dan kanan
Melihat kebelakang hingga kedepan
Sang kusir menawarkan jasa keretanya
Seorang wanita rupanya
Wanita itu dengan halus tersenyum
Berkali-kali kusir menawarkan itu untuk naik keretanya
Jawaban calon penumpang itu masih sama, dia tersenyum
Perlahan-lahan sang kusir menjadi kikuk
Ditinggalkannya wanita itu di pinggir jalan
Dan yang ditinggalkan tersenyum melihat sang kusir berlalu
Berbulan-bulan kusir tak juga memuat penumpang
Berbulan-bulan juga wanita itu masih berada di pinggir jalan
Sang kusir dengan sedikit harapan kembali menawarkan jasanya
Kembali wanita itu tersenyum, kusir pun membalas senyumnya
Kusir kembali di tolak oleh orang yang sama
Kereta kuda berjalan pelan berlalu melewati si wanita
Alangkah bodohnya kusir
Karena lalai, tak dilihatnya lubang menganga di tikungan
Kereta terperosok ke dalam lubang
Rusaklah sudah kereta yang tak pernah memuat penumpang
Wanita itu bergegas berlari ketempat kereta itu celaka
Menolong sang kusir semampunya
Setelah selesai dia menolong, dan kusir selesai ditolong
Akhirnya wanita itu menjadi penumpang
Dia naik kereta tanpa tawaran sang kusir
Waktu berlalu kusir telah memuat banyak penumpang
Tetapi dengan penumpang yang sama
Waktu telah membuat mereka akrab
Berbagi cerita di atas kereta reot
Kereta yang mungkin kurang nyaman untuk orang lain
Bahkan tanpa bayaran untuk kusir
Kompas…
Ibarat kusir bagi wanita
Kusir yang selalu tahu kemana arah keretanya
Peta…
Itulah ibarat kusir kepada si penumpang istimewa
Karena dialah yang ingin pergi ke berbagai macam tempat di pikirannya
Kusir selalu setia mengantar penumpang istimewanya
Seakan sudah lupa bagaimana rasanya lelah
Si penumpang istimewa pun selalu ingin pergi
Karena yakin kusir akan selamanya setia mengantar
Waktu terus berjalan…
Kusir yang dibodohi semangatnya ini kembali lalai
Dia hanya fokus dengan tujuan keretanya juga penumpangnya
Sampai penumpang istimewa tak lagi nyaman
Tak di perbaikinya dinding kereta yang sudah lapuk
Tak di gantinya roda yang bengkok
Bahkan kuda yang kurus tak di urusnya lagi
Hanya tali kekang yang diperhatikannya
Karena hanya itu yang nyaman di genggam untuknya menarik kereta
Suatu senja di tengah hutan
Kuda yang lelah berjalan terhuyung-huyung karena lelah
Suasana sekitar berangsur menjadi gelap
Kusir tetap semangat, penumpang istimewa diam
Diam karena tak nyaman
Saking semangatnya dia cambukkan pecut
Dia kibaskan tali kekang dengan sekuat tenaga
Kuda kaget sampai ditabraknya pohon sehingga kereta berputar
Rodanya masuk persis di lubang besar
Kudanya terbaring tak berdaya
Atap keretanya menganga
Dinding keretanya jebol
Rodanya gepeng dan patah
Penumpang istimewa yang memang gusar tak nyaman akhirnya pergi
Ditinggalkannya kusir yang terluka tertindih pintu kereta
Kusir yang malang berulang kali dia meminta penumpangnya jangan pergi
“Keretaku memang tak bagus, rapuh, pengap, berdebu, bengkok rodanya,
kuda yang kurus, bahkan kusir yang dekil dan kotor, tapi aku selalu
menuruti kemauanmu, adakah tempat yang belum kau kunjungi hingga
sekarang???”, “Selama ini keegoisanmu kugambarkan sebagai pemicu
perhatianku padamu agar kau percaya akan niat baikku, kembalilah!!!”
Kusir berteriak kepada penumpang istimewa yang telah pergi meninggalkannya
Penumpang istimewanya tak menghiraukannya sambil berjalan pergi
Kusir tersadar,
Selama ini ia hanya memberikan perhatian untuk si penumpang istimewa
Sementara kereta kudanya dia abaikan,
Sampai penumpang istimewa tak lagi nyaman
Perlahan bangkit
Di rawatnya kuda hingga benar-benar sehat
Di perbaikinya kembali dinding, pintu, juga atap
Bahkan di buat olehnya roda yang baru
Kusir mengejar kembali penumpang istimewa yang pernah dimilikinya
Sampai dilihat olehnya penumpang istimewa kembali ketempat asalnya
Berdiri di pinggir jalan menunggu sesuatu
Kusir melaju kearah mantan dan calon penumpang Istimewanya
Untuk kembali menawarkan niat baiknya
Hanya sedikit senyum dan tatapan yang menjadi pesan
Pesan untuk sang kusir dari penumpang yang hilang
Senyum yang mempunyai banyak arti
Dan tatapan dengan sejuta mister.
Search
About Me
- R. Sparky
- I'm just a baby who had played with the illusion of rain groaning under the sky Just as I did until now The four trigrams seal myself up in that time I was going through live between heaven and hell in the arms of emptiness On the river I've hit the ruins of a dream that I wake up alone Occurs exactly twice, but I hope will never sink let alone break Now I'm growing like a hurricane Draw all things to be destroyed And just waiting for time to disappear by itself Flakes of broken dreams before, now turned into a curse Sometimes it makes me hiding in the armpit arms under the wing of an angel Pull the eye out to see the world Pinning the mounds in the face that I was there in this world
Archives
-
▼
2012
(3)
- ► 04/01 - 04/08 (1)
-
►
2011
(3)
- ► 07/03 - 07/10 (3)



