Blogger news

Air Mata Kereta

Sang kusir dengan kereta kuda sederhana berkeliling pulang

Setelah penumpang tak kunjung naik keretanya

Kusir masih menunggu untuk penumpang

Walau mereka menunggu kereta jemputan

Banyak pula yang lebih suka berjalan



Suatu waktu adalah calon penumpang yang terlihat berjalan

Dengan sekali-kali kepalanya menoleh ke kiri dan kanan

Melihat kebelakang hingga kedepan

Sang kusir menawarkan jasa keretanya

Seorang wanita rupanya

Wanita itu dengan halus tersenyum

Berkali-kali kusir menawarkan itu untuk naik keretanya

Jawaban calon penumpang itu masih sama, dia tersenyum

Perlahan-lahan sang kusir menjadi kikuk

Ditinggalkannya wanita itu di pinggir jalan

Dan yang ditinggalkan tersenyum melihat sang kusir berlalu



Berbulan-bulan kusir tak juga memuat penumpang

Berbulan-bulan juga wanita itu masih berada di pinggir jalan

Sang kusir dengan sedikit harapan kembali menawarkan jasanya

Kembali wanita itu tersenyum, kusir pun membalas senyumnya

Kusir kembali di tolak oleh orang yang sama

Kereta kuda berjalan pelan berlalu melewati si wanita



Alangkah bodohnya kusir

Karena lalai, tak dilihatnya lubang menganga di tikungan

Kereta terperosok ke dalam lubang

Rusaklah sudah kereta yang tak pernah memuat penumpang

Wanita itu bergegas berlari ketempat kereta itu celaka

Menolong sang kusir semampunya

Setelah selesai dia menolong, dan kusir selesai ditolong

Akhirnya wanita itu menjadi penumpang

Dia naik kereta tanpa tawaran sang kusir



Waktu berlalu kusir telah memuat banyak penumpang

Tetapi dengan penumpang yang sama

Waktu telah membuat mereka akrab

Berbagi cerita di atas kereta reot

Kereta yang mungkin kurang nyaman untuk orang lain

Bahkan tanpa bayaran untuk kusir



Kompas…

Ibarat kusir bagi wanita

Kusir yang selalu tahu kemana arah keretanya

Peta…

Itulah ibarat kusir kepada si penumpang istimewa

Karena dialah yang ingin pergi ke berbagai macam tempat di pikirannya



Kusir selalu setia mengantar penumpang istimewanya

Seakan sudah lupa bagaimana rasanya lelah

Si penumpang istimewa pun selalu ingin pergi

Karena yakin kusir akan selamanya setia mengantar



Waktu terus berjalan…

Kusir yang dibodohi semangatnya ini kembali lalai

Dia hanya fokus dengan tujuan keretanya juga penumpangnya

Sampai penumpang istimewa tak lagi nyaman

Tak di perbaikinya dinding kereta yang sudah lapuk

Tak di gantinya roda yang bengkok

Bahkan kuda yang kurus tak di urusnya lagi

Hanya tali kekang yang diperhatikannya

Karena hanya itu yang nyaman di genggam untuknya menarik kereta



Suatu senja di tengah hutan

Kuda yang lelah berjalan terhuyung-huyung karena lelah

Suasana sekitar berangsur menjadi gelap

Kusir tetap semangat, penumpang istimewa diam

Diam karena tak nyaman



Saking semangatnya dia cambukkan pecut

Dia kibaskan tali kekang dengan sekuat tenaga

Kuda kaget sampai ditabraknya pohon sehingga kereta berputar

Rodanya masuk persis di lubang besar

Kudanya terbaring tak berdaya

Atap keretanya menganga

Dinding keretanya jebol

Rodanya gepeng dan patah



Penumpang istimewa yang memang gusar tak nyaman akhirnya pergi

Ditinggalkannya kusir yang terluka tertindih pintu kereta

Kusir yang malang berulang kali dia meminta penumpangnya jangan pergi

“Keretaku memang tak bagus, rapuh, pengap, berdebu, bengkok rodanya,

kuda yang kurus, bahkan kusir yang dekil dan kotor, tapi aku selalu


menuruti kemauanmu, adakah tempat yang belum kau kunjungi hingga


sekarang???”, “Selama ini keegoisanmu kugambarkan sebagai pemicu


perhatianku padamu agar kau percaya akan niat baikku, kembalilah!!!”


Kusir berteriak kepada penumpang istimewa yang telah pergi meninggalkannya

Penumpang istimewanya tak menghiraukannya sambil berjalan pergi



Kusir tersadar,

Selama ini ia hanya memberikan perhatian untuk si penumpang istimewa

Sementara kereta kudanya dia abaikan,

Sampai penumpang istimewa tak lagi nyaman



Perlahan bangkit

Di rawatnya kuda hingga benar-benar sehat

Di perbaikinya kembali dinding, pintu, juga atap

Bahkan di buat olehnya roda yang baru



Kusir mengejar kembali penumpang istimewa yang pernah dimilikinya

Sampai dilihat olehnya penumpang istimewa kembali ketempat asalnya

Berdiri di pinggir jalan menunggu sesuatu

Kusir melaju kearah mantan dan calon penumpang Istimewanya

Untuk kembali menawarkan niat baiknya



Hanya sedikit senyum dan tatapan yang menjadi pesan

Pesan untuk sang kusir dari penumpang yang hilang

Senyum yang mempunyai banyak arti

Dan tatapan dengan sejuta mister.

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.